Lapas Tembilahan Diduga Lakukan Maladministrasi Pelayanan 

Lapas Tembilahan Diduga Lakukan Maladministrasi Pelayanan 

KILASRIAU.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan kini mulai menjadi sorotan terkait dugaan maladmistrasi dalam pelayanan, khususnya terkait proses kunjungan dan pemberian hak-hak warga binaan. Hal ini setidaknya terbukti dengan adanya keluhan yang disampaikan oleh keluarga salah seorang narapidana yang baru-baru ini kasusnya diputus Pengadilan Negeri Tembilahan. 

Layanan yang diberikan petugas Lapas Tembilahan terkesan tidak transparan dan hanya berdasarkan keterangan mulut saja, tanpa SOP yang jelas. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya satupun bentuk pengumuman yang menyatakan kunjungan hanya pada hari apa saja, jam berapa saja yang boleh, berapa orang yang bisa masuk, apa saja yang tidak boleh dibawa dan diberikan kepada Napi atau tahanan yang dikunjungi, serta prosedur kunjungannya seperti apa.

‘’Kami datang hari Rabu jam 10 lewat untuk mengunjungi keluarga yang sudah menjadi Napi, tapi katanya jam untuk ambil antriannya sudah habis jam sepuluh. Padahal katanya kunjungan boleh dari jam sembilan sampai dengan jam sebelas. Terus, saya juga tidak bisa berkunjung melihat keluarga yang ditahan, karena alasannya, hari rabu bukan untuk kasus yang lain selain kasus narkoba. Ini saya tidak mengerti dimana aturannya dibuat seperti itu, kami tidak ada melihat di papan pengumuman,’’ kata seorang warga yang keluarganya ditahan di Lapas Tembilahan yang tidak ingin namanya disebut kepada media ini.

Warga mengeluhkan pelayanan kunjungan tahanan mapun narapidana yang terlihat tidak transparan dan tidak tau SOP nya seperti apa dan kalau ada dari mana SOP itu dibuat dan kenapa tidak dipampang di papan pengumuman ruang kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan tersebut.

Salah seorang keluarga narapidana ini mengaku ia merasa kesulitan saat hendak mengunjungi keluarganya. “Karena dibilang tak bisa itu, akhirnya kami balek aja lagi. Katanya untuk kasus keluarga saya ini harinya adalah hari kamis katanya. Trus saya dimintanya datang pagi-pagi dulu untuk mengambil antrian baru sudah itu mendaftar datang jam sembilan atau jam sepuluh,’’ ujarnya.